Sabtu, 06 November 2010

PENGEMBANGAN USAHA MIKRO OLEH BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) DALAM PERSPEKTIF TEKNOEKONOMI

oleh : Vita Sarasi
(Publikasi pada : Proceeding Seminar Nasional Techno-Economy, UTAMA, 25 Feb 2010, hal 1-15)

Abstrak
Pengembangan Usaha Mikro sebagai suatu bagian dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada saat ini gencar dilaksanakan baik oleh pemerintah secara topdown maupun secara bottom-up melalui swadaya masyarakat, misalnya melalui Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Adalah menarik untuk lebih mencermati keberadaan dan kontribusi BMT ini terutama dikaitkan dengan pendekatan teknoekonomi.
Perspektif teknoekonomi dapat menjadi pertimbangan yang cukup strategis dalam upaya pengembangan usaha mikro, terutama yang diperankan oleh BMT. Di samping berfungsi sebagai alat (tools) pengembangan usaha, teknoekonomi ini juga berperan sebagai pemicu kreativitas dan inovasi di kalangan pelaku usaha mikro dan BMT itu sendiri. Dengan penerapan teknoekonomi ini diharapkan usaha mikro dan BMT yang mengembangkannya bisa lebih meningkat produktivitas dan daya saingnya, apalagi dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas seperti CAFTA.
Kata kunci: usaha mikro, baitul maal wat tamwil

1. PENDAHULUAN
Pengembangan Usaha Mikro sebagai suatu bagian dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada saat ini gencar dilaksanakan baik oleh pemerintah secara topdown maupun secara bottom-up melalui swadaya masyarakat. Swadaya masyarakat tersebut diwujudkan dengan pendirian institusi pembiayaan usaha mikro yang digolongkan oleh kalangan perbankan sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Adalah menarik untuk lebih mencermati keberadaan dan kontribusi swadaya masyarakat terutama dikaitkan dengan pendekatan teknoekonomi.......


Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).

Related Posting :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar